a


counter

Sabtu, 22 Juni 2013

SISTEM ANGGOTA GERAK



Assalamu'alaikum wr.wb 

A.     Tulang
1.      Fungsi Rangka
a)      Sebagai alat gerak pasif
b)      Tempat melekatya otot rangka
c)      Alat penyokong tubuh
d)      Pelindung organ didalam yang lunak
e)      Tempat pembentukan sel-sel darah
f)       Memberi bentuk tubuh
g)      Tempat penyimpan zat kapur.
2.      Kelompok Rangka
a)      Rangka aksial (tulang-tulang yang berada di poros tubuh). Terdiri dari tulang tengkorak, ruas-ruas tulang belakang, tulang dada(sternum), dan tulang rusuk (costae).
b)      Rangka apendikuler yang terdiri dari tulang anggota gerak atas dan bawah, gelang bahu, dan gelang panggul.
3.      Tulang
a)      Jenis tulang
1.      Tulang rawan (kartilago)
Yang terdiri dari sel-sel tulang (kondrosit), serabut kolagen, dan matriks.
2.      Tulang keras (osteon)
Yang tersusun dari sel-sel tulang osteon dan matriksnya mengandung kalsium dan fosfat sehingabersifat keras.
b)      Bentuk tulang
1.      Tulang pipa
2.      Tulang pipih
3.      Tulang pendek
4.      Pembentukan Tulang (osifikasi)
Pembentukan tulang berawal dari kartilago (dari mesenkim). Setelah tulang rawan terbentuk, bagian dalamnya terisi osteoblas yang membentuk sel tulangsehingga terbentuk harves. Disekitar sel tulang terbentuk protein yang membentuk matriks tulang. Melalui aliran darah akan ditambahkan zat kapur (CaCO3) dan fosfat (Ca3(PO4)2) sehingga matriks tulang menjadi keras.
5.      Persendian (artikulasi) adalah hubungan antartulang. Yang dibedakan menjadi tiga yakni :
a)      Diartrosis adalah hubungan antartulang yang memungkinkan gerak sangat leluasa.
1.      Sendi peluru (gerakan kesegala arah)
2.      Sendi engsel (gerakan searah)
3.      Sendi putar (gerakan memutar)
4.      Sendi gulung (gerakan maju dan kesamping)
5.      Sendi pelana (gerakan memutar tetapi tidak penuh)
6.      Sendi luncur (gerakan geser)
b)      Amfiartrosis adalah hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago sehingga sedikit adanya gerakan.
1.      Simfisis dihubungkan oleh kartilago serabut pipih
2.      Sindesmosis dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen.
c)      Sinartrosis adalah hubungan antartulang yang tidak ada gerakan.
1.      Sinfibrosis kedua tulang disatukan oleh jaringan ikat
2.      Sinkondrosis disatukan oleh jaringan tulang rawan hialin
B.     Otot
Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif
1.      Jenis-jenis otot
a)      Otot polos (visceral)
Ciri-ciri:
1.      Berbentuk gelondong dan kedua ujung meruncing.
2.      Berinti satu di tengah.
3.      Bekerja diluar kesadaran, bekerja lambat, teratur dan tidak cepat lelah.
4.      Terdapat pada organ dalam.
b)      Otot jantung (miokardium)
Ciri-ciri:
1.      Berbentuk serabut lurik yang bercabang-cabang.
2.      Jumlah inti sel banyak di tengah.
3.      Bekerja diluar kesadaran, bekerja cepat, teratur dan tidak pernah lelah.
4.      Terdapat pada jantung.
c)      Otot lurik (otot serat lintang)
Ciri-ciri:
1.      Berbentuk serabut lurik.
2.      Inti sel banyak di tepi.
3.      Bekerja dengan kesadaran ataskendali otak, bekerja cepat dan mudah lelah.
4.      Otot yang melekat pada rangka.
2.      Karakteristik otot
a)      Kontraksibilitas adalah kemampuan otot untuk menjadi lebih pendek karena sedang melakukan kegiatan.
b)      Ekstensibilitas adalah kemampuan otot untuk menjadi lebih panjang karena sedang tidak beraktivitas.
c)      Elastisitas adalah kemampuan otot untuk kembali menjadi ukuran semula.
3.      Bagian-bagian otot
Otot terdiri dari serabut otot yang terdiri dari ribuan miofibril. Satu sel miofibril dibungkus oleh memran sel. Miofibril tersusun atas filamen tipis dan filamen tebal. Filamen tipis terdidri dari protein (aktin, troponin dan tropomiosin), sedangkan filamen tebal terdiri dari meosin. Kedua filamen bergabung selang-seling dan bertumpang tindih sehingga memberi kesan garis gelap (anisotrop) dan garis terang (isotrop). Dari beberapa serabut otot bergabung menjadi kumpulan serabut otot yang dibungkus oleh fasia propia, dan dari kumpulan serabut otot menjadi otot atau daging yang dibungkus oleh fasia superfisialis. Gabungan otot terdiri dari bagian-bagian berikut:
a)  Ventrikel (empal) yang bagian tengah mengembung dan memiliki kontraksibilitas dan elastisitas tinggi.
b)      Tendon (urat otot)
1.      Origo adalah tedon yang melekat pada tulang yang tidak dapat digerakan.
2.      Insersio adalah tedon yang melekat pada tulang dan dapat digerakan.
4.      Sifat kerja otot mekanisme kerja otot
a)      Antagonis adalah kerja otot yang berkontraksi menimbulkan gerak berlawanan.
1.      Ekstensi (meluruskan) - Fleksi (membengkokan)
Contoh : otot trisep dan otot bisep
2.      Abduksi (menjauhi badan) - Adduksi (mendekati badan)
Contoh : gerak tangan sejajar dengan bahu dan sikap sempurna
3.      Depresi (menurunkan) – Elevansi (mengangkat)
Contoh : gerak kepala menunduk dan menengadah
4.      Supinasi (menengadah) – Pronasi (menelungkup)
Contoh : gerak telapak tangan menengadah dan menelungkup
b)      Sinergis adalah kerja otot yang berkontraksi menimbulkan gerak searah.
Contoh : pronotor teres dan pronotor  kuadratus pada lengan bawah.
5.      Mekanisme kontraksi otot
a)     Pusat motorik di otak mengirimkan implus menuju otot melalui saraf motorik (saraf           kranial dan saraf spinal)
b)   Di ujung akson saraf motorik rangsang dilanjutkan oleh asetikolin menuju ke otot yang memepunyai aktin.
c)  Asetikolin akan melepaskan ion kalsium yang ada di sel otot. Melalui proses tertentu adanya ion kalsium menyebabkan protein otot yaitu aktin dan meosin berikatan membentuk aktomiosin. Zona H (garis terang) menjadi lebih pendek dan zona Z (garis gelap) memanjang. Hal ini dinamakan kontraksi.
d) Setelah berkontraksi, ion kalsium masuk kembali ke dalam plasma sel, sehingga menyebabkan lepasnya perekatan aktin dan meosin yang menyebabkan otot menjadi lemas. Zona H terbuka dan memeanjang, Zona Z memendek, Otot kembali relaksasi.

Sekian dan terimakasih
Wassalamu'alaikum wr.wb


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar